Bola Buatan Narapidana Indonesia Digunakan Di Brazil 2014

Banyak sekali masyarakat yang menganggap bahwa narapidana adalah orang yang tidak memiliki etika baik. Bahkan selalu mendapatkan kesan negative, namun dibalik anggapan tersebut ada sisi positif yang mampu mereka lakukan. Salah satunya adalah seorang narapidana yang mampu memproduksi bola yang kemudian diekspor ke sejumlah negara yang ada di Eropa.

Produksi hasil karya narapidana di Indonesia memang sudah banyak sekali yang di ekspor ke luar negeri. Direktorat Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Tuti Nurhayati mengatakan bahwa bola yang diproduki narapidana Indonesia digunakan dalam gelaran Piala Dunia 2014 di Brasil. Tentu saja hal ini mampu membuat Indonesia bangga.

Tuti juga mengatakan bahwa bola tersebut sudah mulai dibuat pada sebuah perusahaan pada tahun 1990-an. Lalu di ekspor ke Eropa Brasil. Jadi semua pertandingan yang ada di Brasil akan menggunakan produk dari narapidana Indonesia. Dalam proses produksinya, narapidana atau warha BINAAN Lembaga Permasyarakatan akana mendapatkan peralatan lengkap dari perusahaan.

Namun Tuti sendiri menyebutkan nama perusahaan itu yang telah memberikan modal pada narapidana. Apa yang dilakukan oleh Lembaga Permasyarakatan ini memang memberikan dampak positif bagi narapidana. Dimana kesan negative yang selama ini tergambar jelas di wajah mereka kini bisa dihilangkan dengan adanya kegiatan ini.

Bola yang dihasilkan oleh narapidana ini sudah cukup banyak. Sejak tahun 1990-an mereka sudah membuatnya. Untuk daerahnya sendiri meliputi Lapas Cirebon dan Majalengka. Sebelum memproduksi bola para napi ini dilatih terlebih dahulu, diberikan pengawasan secara baik oleh para petugas sehingga mereka ahli dalam membuat bola. Tindakan ini juga begitu didukung oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Awalnya memang sedikit kesulitan namun karena dilatih terus menerus mereka bisa melakukanya dengan baik.

Seiiring berjalannya waktu para narapidana ini mampu memproduksi bola hingga jumlah yang sangat banyak. Dan kini mereka memiliki kegiatan rutin dalam lapas. Tuti yakin dengan kegiatan yang dilakukan oleh para narapidana ini mereka akan lebih mandiri, dan ketika sudah bebas dari lapas mereka bisa melakukan sebuah usaha untuk dapat mempertahankan hidup.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*