Desa Dengan Penghuni Boneka

Terdengar unik ketika ada informasi tentang adanya sebuah wilayah yang dihuni oleh boneka. Pasalnya boneka hanyalah mainan yang memiliki tampilan dengan berbagai karakter. Secara umum boneka hanya digunakan sebagai mainan anak perempuan dengan karakter lucu dan menggemaskan. Namun, salah satu desa yang dihuni oleh boneka justru terkesan lebih horor dan sangat jauh dari kata lucu. Tersembunyi disebuah wilayah terpencil ada sebuah desa bernama Nagoro.

Desa ini tampak lebih misterius ketika didesa tersebut diketahui banyaknya boneka dengan karakter seseorang layaknya kehidupan sebenarnya. Desa Nagoro terletak di Pulau Shikoku pulau terkecil dari empat pulau utama dinegara Jepang. Jelas membuat banyak orang penasaran dan terkesan horor dengan adanya beberapa boneka didalam daerah tersebut.

Desa Nagoro hanya dihuni oleh 51 jiwa saja, sementara jumlah boneka yang berukuran besar yaitu seperti manusia didesa tersebut berjumlah 150 boneka. Sehingga jelas terlihat lebih banyak jumlah boneka yang tidak bernyawa jika dibandingkan dengan manusia didesa tersebut. Setiap boneka yang ada di desa Nagoro melambangkan penduduk, desa yang sudah meninggal ataupun pindah dari desa itu.

Sehingga sering kali dianggap misterius ketika orang – orang yang sudah meninggal direplika dengan boneka tersebut. Boneka – bonek tersebut sengaja dibuat oleh Mizuki Ayona untuk diletakkan didesa tersebut sesuai dengan cerita selama hidupnya atau selama ada didesa Nagoro.

Pembuat boneka itu Mazuki, hanya menggunakan jerami kain perca dan pakaian bekas. Boneka ini ditempatkan diberbagai tempat seperti dijalanan, sekolah atau lainnya. Sebuah boneka tampak terlihat dibangunan sekolah yang sudah ditinggalkan, dimana melambangkan seorang murid sekolah itu yang sudah meninggal. Terdapat juga boneka – boneka yang mengantri disebuah halte bus, ataupun duduk diatas tumpukan jerami seperti seorang petani.

Salah satu direktur agen wisata yang membawa wisatawan ke desa Nagoro mengatakan “Desa ini merupakan salah satu tempat yang paling sulit untuk dikunjungi. Kami memprediksi empat tahun kedepan desa ini akan ditinggalkan, entah karena penduduknya pindah atau meninggal. Selain itu kita tidak bisa menemukan desa ini di peta”. Sehingga terkesan lebih misteri dan sedikit aneh dengan boneka – boneka tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*