Hari Mengenang Tragedi Hillsborough

Bagi pecinta bola, khususnya Premier League. Tentu tidak asing dengan sebuah peristiwa bernama tragedi Hillsborough. Tragedi Hillsborough adalah tragedi yang mengakibatkan kematian para penonton sepak bola karena saling berjejalan pada tanggal 15 April 1989 di Hillsborough, yang menjadi kandang dari Sheffield Wednesday di kota Sheffield, Inggris. Pada saat itu adalah pertandingan semi final Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest. Terjadi sebuah peristiwa kerusuhan fans di stadion kedua yang melibatkan Liverpool F.C., setelah Tragedi Heysel pada 1985.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 96 orang meninggal dunia yang semuanya adalah pendukung Liverpool F.C.. Jumlah korban meninggal tersebut tercatat sebagai jumlah tertinggi dalam kecelakaan di stadium dalam sejarah Britania Raya dan tetap menjadi rekor tragedi terbesar yang berhubungan dengan stadion sepak bola di Britania Raya.

Sebelum kebenaran dari peristiwa ini terungkap, para fans Liverpool menjadi sasaran yang dituduh di tragedi ini. Selain menjadi korban, mereka juga dituduh sebagai penyebab utama tragedi ini terjadi. Bahkan beberapa jam setelah kejadian itum harian The Sun sempat meletakkan tuduhan tanpa bukti ini di halaman depan mereka dan melabelinya “The Truth”. Saat itu juga The Sun diboikot oleh warga di kota Liverpool dan menjadi media baca yang diharamkan di kota Liverpool dan sekitarnya.

Kini semuanya telah berubah, memang sudah terlambat. Setelah penyelidikan selama 23 tahun tentang tragedi yang sangat mengerikan ini. Beberapa hal yang terungkap membuktikan bahwa fans Liverpool sama sekali tidak layak disalahkan dalam tragedi ini. Justru, mereka menjadi korban ketidaksiapan polisi dan semua elemen terkait dalam penyelenggaraan pertandingan tersebut. Termasuk juga tim medis dan ambulans mereka.

Fakta-fakta semacam ini disembunyikan secara memalukan oleh pemerintahan dan kepolisian Inggris. Berbagai pengakuan saksi diubah, ditambah-tambahi, bahkan dibuang. Para polisi juga melakukan segalanya untuk mencari bukti bahwa para suporter ini sedang dalam keadaan mabuk. Semua dilakukan demi menimpakan kesalahan kepada para fans -yang sebenarnya malah berjuang keras menyelamatkan nyawa siapapun yang berada di dekat mereka saat itu. Karena itu, tidak heran jika kejadian mengerikan ini kini diberi label “The Biggest Cover Up in History” di Inggris.

Sekarang, setelah semua terungkap ke publik. Berbagai pihak yang bertanggung jawab akan berhadapan dengan fase selanjutnya. Penghakiman dan keadilan bagi seluruh korban dan juga keluarga yang mereka tinggalkan. Perjuangan mereka selama 23 tahun terakhir ini untuk mencari keadilan sepertinya sudah akan menemui titik terang. Dan semua pihak pasti berharap, segalanya bisa diselesaikan dengan sempurna -dengan semua “kejahatan” mendapatkan hukuman setimpal. Tidak hanya sekedar permintaan maaf.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*