Harta Karun Bernilai Miliaran Di Indonesia

Sudah dapat diketahui dengan pasti bahwa Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan hasil alamnya. Hal tersebut menandakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dan bisa dimanfaatkan hasilnya. Tapi sayangnya, apa yang dihasilkan di Indonesia tidak digunakan dengan baik oleh rakyatnya. Maka tak heran jika Indonesia merasa menjadi negara yang miskin padahal kekayaan alamnya melimpah ruah. Baru-baru ini ditemukan fakta mengenai kekayaan di Indonesia yang jika dihitung nominal rupiah maka jumlahnya bisa mencapai ratusan miliar. Anda bisa bayangkan bahwa kekayaan alam Indonesia sebegitu besarnya. Jadi, ternyata Indonesia memiliki kekayaan yang ditemukan dari laut Indonesia. Seorang arkeolog menemukan adanya porselen dengan bentuk yang bermacam-macam seperti piring, mangkuk, dan cangkir yang diduga berasal dari zaman dinasti ming Cina. Tapi ditemukan di lautan Indonesia.

Pada tahun dua ribu sepuluh lalu, porselen tersebut diangkat dari laut dan diperkirakan jumlahnya ada sekitar tiga puluh delapan ribu. Dan hingga kini, sudah tercatat ada sekitar tujuh ratus ribu item harta karun tersebut. Mereka menyebutnya harta karun yang berasal dari Indonesia. Dan Indonesia harus memanfaatkan hal tersebut. Jika dihitung nominal rupiah seluruh harta karun tersebut berjumlah sekitar empat ratus tiga belas miliar. Bahkan arkeolog bawah laut yang berasal dari portugal mengatakan bahwa mereka akan melakukan pengangkatan harta karun tersebut di tahun depan. Namun izin pengangkatan harta tersebut sengaja ditunda oleh pemerintah. Padahal pengangkatan tersebut memang tidak boleh ditunda-tunda karena harta karun tersebut bisa hilang begitu saja. faktor yang membuat harta tersebut hilang bisa bermacam-macam. Misalnya terkena jaring nelayan, terkena pipa di bawah laut, atau juga terkena oleh tangan-tangan penjarah. Untuk itu harus segera dilakukan pengangkatan secepat mungkin. Dan harta karun yang jumlahnya ratusan miliar tersebut bisa habis atau hilang dalam jangka waktu sepuluh tahun ke depan.

Pemerintah beralasan bahwa biaya pengangkatan harta karun tersebut bisa menghabiskan puluhan miliar sehingga banyak penundaan pengangkatan. Sedangkan menurut panitia pengangkatan porselen tersebut, penundaan terjadi karena lamanya surat izin pengangkatan dari pihak pemerintah. Dengan minimnya pengawasan dari pemerintah Indonesia mengenai berbagai jenis harta karun di Indonesia sangat memungkinkan harta karun tersebut dicuri oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Atau bahkan hilang begitu saja tanpa diketahui penyebabnya. Karena Indonesia memiliki empat ratus enam puluh tiga titik harta karun yang terpendam. Sedangkan yang sudah dilakukan pengangkatan hanya sepuluh titik saja. itulah yang menyebabkan Indonesia membiarkan harta tersebut dicuri atau hilang begitu saja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*