Kemenhub Gelar Rakor Guna Antisipasi Lonjakan Jumlah Pemudik 2014

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta seluruh anggota lainnya menggelar rapat koordinasi (rakor) angkutan lebaran 2014. Kegiatan ini dilakukan guna mempertimbangkan bagaimana mengatasi pemudik pada tahun ini. Pihaknya memang saat ini sedang sibuk mempersiapkan berbagai keperluan mudik untuk masyarakat.

Pada rapat ini sudah pasti akan membahas tindakan yang akan diambil untuk mengatasi masalah tersebut dan untuk menentukan tarif angkutan mudik yang akan diberlakukan pada mudik 2014 ini.

Pada rapat tersebut terlihat Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak. Kemudian Direktur Utama AP II Tri Sunoko, Ketua Umum Indonesia National Aue Carriers Association (INACA) Arif Wibowo, Ketua Umum DPP Organisasi Angkutan Darat Eka Sari Lorena , Dirut PT Pelindo II RJ Lino turut serta dalam kegiatan tersebut. Dugaan sementara pada mudik tahun ini akan anda pertumbuhan penumpang angkutan lebaran sekitar 3,38 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Ketua Menhub, Mangindaan menyatakan bahwa jumlah penumpang angkutan lebaran untuk transportasi missal akan naik menjadi 19,29 juta dari jumlah penumpang sebelumnya 18,59 juta orang. Untuk puncak arus mudik sendiri diperkirakan akan terjadi pada H-3 hingga H-1 lebaran. Sedangkan untuk arus balik akan terjadi pada H+4 hingga H+5 lebaran.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang, Kemenhub sudah memiliki strategis khusus. Strategi ini dipastikan menjadi pro kontra, ada pihak yang senang ada pula pihak yang kurang setuju. Namun apapun keputusannya diharapkan bisa menjadi solusi terbaik.

Prediksi sementara kenaikan penumpang pada moda angkutan darat terhitung naik 0,9 persen, untuk angkutan sungai sebanyak 1,73 persen, kereta api 3,1 persen, angkutan laut sebanyak 3 persen , angkutan udara sebanyak 11.48 persen. Dalam rangka mendukung adanya kelancaran lalu lintas Kemenhub menerbitkan adanya aturan mulai tanggal 24 Juli (H-4) pukul 00.00 WIB sampai dengan 28 Juli 2014 H+1 pukul 00.00 WIB kendaraan angkutan barang pada jalan nasional di 8 Provinsi seperti Lampung, Pulau Jawa dan Bali dilarang untuk beroperasi. Hal ini dilakukan guna memberikan kelancaran arus mudik maupun arus balik di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*