Kulkas Tanpa Listrik Karya Pelajar Indonesia

Kulkas tanpa listrik yang dibuat oleh pelajar Sumsel berjaya di Amerika. Jelas terdengar aneh ketika ada informasi tentang adanya kulkas tanpa menggunakan listrik. Bagaimana tidak, daya dingin didalam kulkas bisa dihasilkan dengan adanya aliran listrik pada kompetitor didalam kulkas.

Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri yang merupakan 2 siswi dari SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatera Selatan, berhasil meraih penghargaan di ajang Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) di Los Angeles, Amerika Serikat. Kekreatifan dan kecerdasan yang dimiliki kedua siswi inilah mampu membuatnya meraih sebuah penghargaan pada acara ISEF tersebut.

Karya ilmiah dari kedua siswi dari Sumatera Selatan ini berjudul Green Refigerant Box berhasil mendapatkan Development Focus Award senilai USD 10 ribu dari the U.S Agency for International Development. Terlebih, mereka juga mampu meraih award ketiga senilai USD 1000 pada kategori Enginering Materials dan Bioengineering.

Konsep Refigerant Box atau disebut dengan kulkas tanpa freon dan listrik yang dipamerkan dalam karya ilmiahnya itu, fokus pada penggunaan kayu gelam sebagai solusi alternatif untuk pendingin buah–buahan dan sayur– ayuran. Lebih menariknya, mereka melihat bahwa Kabupaten Musi Banyuasin dimana daerah yang tempat tinggal mereka kaya akan potensi buah dan sayur, tetapi memiliki persoalan yang berkaitan dengan listrik.

Dengan melihat kondisi tempat tinggalnya seperti itu ide mereka muncul untuk membuat alat pendingin yang bisa menyimpan buah dan tidak bergantung pada listrik ataupun freon. Dalam waktu 2 jam 20 menit suhu semula 28 derajat celcius dapat turun menjadi 5,5 derajat celcius. Hal inilah yang berhasil memukau para juri pada ajang ISEF tersebut.

Director Public Affairs Intel Indonesia mengatakan “Dunia membutuhkan banyak ilmuwan, kreator, dan pengusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi tekanan tantangan global”. Tahun 2014 ini ISEF diikuti lebih dari 1.700 ilmuwan muda yang terpilih dari 435 kompetisi di 70 negara seluruh dunia. Selain pemenang utama dari Sumatera Selatan ini, terdapat juga lebih dari 500 finalis menerima penghargaan untuk penelitian inovatif mereka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*