Mitos-Mitos Seputar Wanita Yang Masih Dipercaya Hingga Sekarang

Sebagai salah satu negara dengan masyarakat yang masih terus memegang teguh adat dan istiadat. Indonesia memang tak pernah lepas dari adanya mitos yang sampai saat ini masih sangat dijunjung tinggi. Beberapa mitos yang sampai dengan saat ini masih sangat dipercaya antara lain adalah mitos seputar wanita, mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan seks, keperawanan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan wanita. Nampaknya kepercayaan masyarakat terhadap mitos tak dapat dipisahkan hingga sekarang.

Berikut ini adalah beberapa mitos seputar wanita yang banyak dipercaya masyarakat :

     1.Rahim Wanita dapat berpindah posisi.

Pernahkah anda mendengar mitos satu ini ? Dalam budaya Yunani Kuno mengatakan bahwa rahim wanita dapat berpindah posisi, hal ini mampu menyebabkan beberapa masalah mulai dari mudah mengantuk, sakit lutut sampai dengan vertigo. Sampai dengan saat ini masyarakat sangat percaya bahwa posisi dari rahim wanita bisa saja dengan mudah berpindah posisi.

     2.Tidur dengan perawan dapat membuat pria tua dapat kembali muda.

Pada jaman dulu kaum hawa memang dianggap sebagai masyarakat yang berada dalam kelas dua. Dimana mereka akan dijadikan bahan praktik sebagai teman tidur pria tua dengan harapan dapat menjadi muda lagi. Pada abad ke 17-18, mitosnya ada pria tua yang tidur dengan gadis perawan seketika pria tersebut berubah menjadi muda lagi.

     3.Wanita yang sedang menstruasi dianggap beracun.

Pada jaman dahulu banyak sekali orang yang menganggap bahwa sesuatu yang melakukan kontak langsung dengan wanita yang sedang menstruasi sudah pasti mengalami hal yang buruk. Seperti makanan yang dibawa oleh wanita yang sedang menstruasi kemungkinan besar akan membusuk dan ditumbuhi jamur. Meskipun mitos tersebut banyak sekali dibicarakan masyarakat, hal tersebut tidak pernah benar-benar terjadi.

     4.Ekspresi wajah Ibu akan menyebabkan kecacatan pada bayi yang dikandung.

Pada abad ke 18-19 banyak sekali masyarakat yang percaya bahwa kecacatan yang dialami seorang bayi terjadi akibat kebiasaan ibunya yang menampakkan ekspresi wajah kurang baik. Seperti sering marah, cemberut dan ekspresi buruk yang lainya. Banyak orang menganggap ekspresi tersebut dapat memberikan stimulus sehingga mampu menyebabkan bayi tak dapat tumbuh dengan maksimal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*