Pemburu UFO Yang Mati Misterius

Mungkin kasus tentang ufo yang selalu menjadi perbincangan hangat tidak pernah menjadi hal yang bosan untuk diceritakan. Bahkan ada banyak kisah unik dan misterius yang meliputi pencarian ufo oleh beberapa orang di berbagai negara. Bahkan banyak pula akhir dari kisah yang menggantung dan tidak diketahui bagaimana hal itu bisa terjadi.

Salah satunya adalah kisah tentang pemburuan ufo yang mengalami kematian dengan cara yang aneh dan misterius. Bahkan penyebab kematiannya pun tidak diketahui secara pasti hingga sekarang. Kejadian ini memang sudah terjadi beberapa tahun silam. Yaitu sekitar tahun seribu sembilan ratus enam puluh enam yang lampau. Tapi kisahnya masih sering dibicarakan hingga sekarang. Karena banyak orang yang ingin tahu tentang cerita pemburuan ufo tersebut yang sampai menyebabkan suatu kematian.

Sejarah menceritakan bahwa pada tahun seribu sembilan ratus enam puluh enam tersebut, ada dua orang berkebangsaan Brazil pergi ke sebuah bukit bernama Rio De Jeneiro. Kedua orang berkebangsaan Brazil tersebut memang diketahui sebagai orang yang terobsesi dengan pencarian ufo. Dan bahkan mereka disebut-sebut sebagai orang yang ingin melakukan suatu komunikasi dengan para alien. Itulah yang membuat kematian mereka dianggap aneh dan misterius.

Orang-orang yang mati tersebut pada awalnya membuat suatu rencana yang dianggap rahasia dalam suatu misi pencarian ufo atau alien. Walaupun berita mengenai ufo atau alien tersebut juga masih menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. Sebelum mereka pergi ke bukit yang dituju, mereka meminta izin pada keluarganya akan membeli alat elektronik. Mengingat pekerjaan mereka sebagai teknisi televisi. Dan mereka pun pergi dengan menaiki bus.

Di tengah perjalanan mereka sempat datang ke suatu toko untuk membeli mantel dan air minum. Penjaga toko yang ditanyai keterangan mengungkapkan bahwa salah satu dari orang itu terlihat sangat gugup. Hal itu terlihat dari gayanya yang selalu melihat ke arah jam tangan.

Melihat gelagat dari kedua orang tersebut sebelum mencapai bukit, para saksi mengatakan bahwa apapun yang sedang mereka rencanakan membuat kedua orang tersebut seperti sedang terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Naas bagi keduanya, karena bukit yang mereka tuju justru menjadi tempat ajalnya memanggil.

Tiga hari kemudian, seorang pemuda berusia delapan belas tahun melihat mayat kedua korban di bukit tersebut dengan gaya tidur yang rapi masih mengenakan mantel yang sama. Serta wajahnya ditutupi oleh topeng timah. Polisi yang meyelidiki kasus tersebut tetap tidak bisa menemukan jawaban apapun dari kematian aneh tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*