Unta Presiden yang membuat kalang kabut

Sebuah hadiah pemberian dalam sebuah persahabatan kedua negara merupakan suatu hal yang lumrah dan sering dilakukan oleh banyak negara di lokasi manapun.

Namun apa jadinya jika hadiah unta yang dititipkan oleh seorang presiden kepada suatu keluarga malah tidak dirawat dengan baik tetapi malah di sembelih untuk konsumsi keluarga tersebut. Itulah yang terjadi di negara Mali yang salah satu sukunya yakni Timbuktu memberikan hadiah Unta kepada Presiden Perancis yakni Francois Hollande atas jasa negara Perancis dalam pemberantasan pemberontakan di negara tersebut.

Cerita bermula dari negara Mali yang merupakan sebuah negara yang sedang dilanda peperangan antar suku dan pemberontak meminta bantuan kepada negara Perancis yang memang merupakan sahabat baik negara tersebut. Negara Perancis pun menyetujui penawaran tersebut dan berhasil menyingkirkan pemberontak di negara Mali terutama di Timbuktu yang sangat meresahkan pemerintah tersebut, lalu pada saat bulan ferbruari lalu presiden Perancis berkunjung ke Mali, warga Timbuktu memberikan sebuah hadiah berupa unta yang merupakan hadiah simbolis ucapan terimakasih warga Timbuktu atas jasa pemerintah perancis tersebut.

Presiden Perancis yang menerima pemberian unta tersebut merasa berterimakasih dan rencananya akan membawa unta tersebut ke Perancis untuk di pelihara dalam sebuah kebun binatang. Namun rencana tersebut urung di laksanakan dan presiden Perancis memilih untuk menitipkan unta tersebut kepada sebuah keluarga yang tinggal di Mali.

Namun baru beberapa bulan berjalan tampaknya titipan presiden Perancis tersebut tidak awet dan akhirnya keluarga yang dititipi unta tersebut memilih untuk menyembelih unta tersebut untuk konsumsi bersama.

Jelas saja pemerintah Mali yang merupakan suatu negara yang berhubungan erat dengan Perancis merasa malu dan dibuat kalang kabut oleh kabar penyembelihan hewan titipan presiden tersebut, terlebih menteri pertahanan Perancis yakni Jean-Yves Le Drian menyampaikan langsung kepada presiden dan dirinya mengatakan bahwa ia mendapat tugas untuk memantau perkembangan dan kabar unta yang dihadiahkan kepada presiden tersebut.

Pemerintah Mali pun langsung segera mengambil tindakan antisipasi dengan cara akan mengganti unta tersebut dengan unta yang lebih barus, lebih sehat dan gemuk. Selain itu pemerintah Mali juga berencana untuk mengirimkan langsung unta pengganti tersebut ke negara Perancis.

Belum diketahui apakah presiden Perancis Francois Hollande mau menerima unta pengganti tersebut atau tidak, yang pasti bagaimanapun bagusnya unta pengganti tersebut tetap bukanlah unta yang menjadi saksi dan simbol pemberian hadiah yang telah disembelih. Sementara kabar keluarga yang telah membuat pemerintah Mali kalang kabut dan malu pun belum diketahui kabaranya.

Yang pasti kabar ini menjadi berita hangat di Mali, seekor unta memang lumrah untuk dijual maupun disembelih namun berbeda ceritanya jika unta tersebut merupakan sebuah hadiah simbolis atas jasa pemerintah dan militer Perancis dalam membantu pemberontakan di Mali.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*